Obat Demacolin dan Cefadroxil

Hari ini sepertinya kesehatanku tidak baik.. Gejalanya batuk, demam, tenggorokan gatal.. Sepertinya mau flu.. Oke sobat.. singkat saja.. Karena perasaan ini tidak enak, dan sangat mengganggu saya pergi ke dokter, setelah proses periksa sana dan sini plus tanya sana dan
sini dari si dokter..  langsung ditulislah resep untukku.. singkat dan begitu cepat..

Dari apotik saya diberi obat Demacolin dan Cefadroxil… waaah obat apa ini..??? Terus terang saja saya tidak terbiasa dengan minum obat, malah saya tidak suka minum obat.. Untuk kesehatan baiklah…🙂

Eiiit tunggu dulu… saya tidak mau langsung minum nih obat… (WAKTUNYA CARI TAU…)

Obat Demacolin,

Peringatan dan Perhatian:

Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain (misal efedrin,fenilpropanolamin, fenilefrin), penderita tekanan darah tinggi berat, dan yang mendapat terapi obat anti depresan tipe penghambat Monoamin Oksidase(MAO).

Tidak boleh meiebihi dosis yang dianjurkan.
Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan darah tinggi atau yang mempunyai potensi tekanan darah tinggi atau stroke, seperti pada penderita dengan berat badan berlebih (overweight) atau penderita usia lanjut.
Biia dalam 3 hari gejala flu tidak berkurang segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan.
Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi susah tidur, jantung berdebar dan pusing.

KOMPOSISI :
Tiap tablet mengandung :
Parasetamol 500 mg
Pseudoefedrin HCI 7,5 mg
Klorfeniramin maleat 2 mg
Kofein 10 mg

FARMAKOLOGI :
Bekerja sebagai anaigesik – antipiretik, antihistamin dan dekongestan hidung

INDIKASI :
Untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepaia, hidung tersumbat dan bersin-bersin.

KONTRA INDIKASI :

Lihat box warning.
Penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat ini.
Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.

INTERAKSI OBAT :
Penggunaan bersama antidepresan tipe penghambat MAO dapat mengakibatkan krisis hipertensi.

PERINGATAN DAN PERHATIAN :

Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, gangguan jantung dan diabetes mellitus.
Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun, wanita hamil dan menyusui, kecuali ataspetunjuk dokter.
Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotoratau menjalankan mesin.
Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat lain yang menekan susunan saraf pusat.
Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.

EFEK SAMPING:

Mengantuk, gangguan pencernaan, insomnia, gelisah, eksitasi, tremor, takikardi, aritmia ventrikuler, mulut kering, palpitasi, sulit berkemih.
Penggunaan dosis besardanjangka panjang menyebabkan kerusakan hati.
ATURAN PAKAI :
Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun 1 -2 tablet, 3 -4 kali sehari
Anak-anak umur 6-12 tahun 1/2-1 tablet, 3-4 kali sehari.
Anak-anak 2 – 5 tahun 1 sendok takar ( 5 mi ), 3 kali sehari.
Anak-anak 6-12 tahun 2 sendok takar { 5 ml), 3 kali sehari.

CARA PENYIMPANAN :
Simpan di tempat kering, pada suhu di bawah 30°C

CEFADROXIL 500 MG 100

Cefadroxil merupakan suatu bahan aktif yang termasuk dalam kelompok antibiotik yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel kuman serta menghasilkan efek bakterisid.
Cefadroxil efektif untuk organisme seperti: B-haemolytic, streptococci, genus Staphylococcus termasuk strain penghasil Penisilinase, Streptococcus (Diplococcus) pneumoniae, Escherichia coli, Proteus mirabilis, Klebsiella sp dan Moraxella (Branhamella) catarrhalis.

KOMPOSISI :
Tiap kapsul mengandung Cefadroxil monohidrat 524,77 mg
(setara dengan 500 mg Cefadroxil anhidrat).

INDIKASI :
Untuk pengobatan:
-Infeksi saluran kemih, yang disebabkan: E. coli, P. mirabilis dan Klebsiella sp.
-Infeksi kulit dan jaringan lunak, yang disebabkan: genus Staphylococcus dan atau Streptococcus Faringitis dan tonsilitis, yang disebabkan: Streptococcus pyogenes (kelompok A/Bhaemolytic streptococci).

KONTRA INDIKASI :
Penderita yang diketahui hipersensitif terhadap derivat Sefalosporin.

EFEK SAMPING :
Umumnya jarang dan bersifat ringan berupa gangguan saluran cerna, misalnya: nausea, vomitus, diare dan reaksi alergi kulit, urtikaria. Efek samping serius dapat berupa kolitis pseudomembran.

PERINGATAN dan PERHATIAN :
Hati-hati diberikan pada penderita yang diketahui alergi terhadap penisilin,karena ada kemungkinan reaksi silang, penderita dengan gangguan fungsi
ginjal dan penderita dengan kolitis.
Dapat memberikan hasil positif palsu pada reaksi Coomb dan tes glukosa urin dengan teknik Benedict dan Fehling.
Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang non-sensitif terhadap Cefadroxil. Keamanan penggunaan pada wanita hamil dan bayi prematur belum diketahui.

DOSIS dan CARA PEMAKAIAN :
Pengobatan diberikan tergantung pada tingkat infeksi, umumnya diberikan selama 3 hari. Sebaiknya diberikan setelah makan.

Dewasa:
-Infeksi saluran kemih: 500 -1000 mg, 2 kali sehari.
-Infeksi kulit dan jaringan lunak: 500 mg, 2 kali sehari.
-Faringitis dan tonsilitis: 500 mg, 2 kali sehari (selama 10 hah).

Simpan di tempat sejuk dan kering

Oke.. setelah aksi cari tahunya selesai.. akhirnya saya putuskan untuk minum obat Demacolin saja.. hehehe.. Untuk obat Cefadroxil saya simpan saja dulu…

-Semoga saya cepat sembuh- Amin…

15 thoughts on “Obat Demacolin dan Cefadroxil

  1. harus dengan cefadroxil dunk,,, kalo minum obat tanpa antibiotik, akan membuat penyakit menjadi kebal… jadi jika nanti sakit lg, dikasih obat yg sama maka tidak akan sembuh,,, karena penyakit tidak mati, hanya pingsan,,, gitu

    • sblum qta menggunkan obat trmsuk glongan antibiotik qta hrus mengenal trlebih dahulu jenis patogen xg meyerang tubuh qta, blamana sdah tw pnyebabnya dri bakteri mka hrus dberi antibiotik..,lw dgunkan pda jnis virus tw mikroba lainnya mka antibiotik tersebut tdak akan berfungsi,mka akn mracuni diri qta sndri

  2. Cefadroxil bener gk usah dimimum,,soale flu kan yg nyebabin virus bkn bakteri,, jadi minimin aj pemakaian antibiotik,,

    • Lebih setuju saran yang ini… selama obat itu bukan obat paten itu berarti tidak ada indikasi klo dokternya ngasih obat asal atau g karena afda kerjasama dgn merk tertentu… jadi dr tuh ngasih ibat sesuai dgn sign symptom msg2 pasien…

Silahkan Buat Komentar..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s